Waktu aku kelas X, guru agamaku, ustadz Dahlan, mengetes satu-satu muridnya di Masjid sekolah. Waktu giliranku, aku membaca beberapa ayat kemudian beliau menyuruhku untuk berhenti. Kemudian terjadi percakapan seperti ini.
Ustadz Dahlan :"Bacaanmu baik, kamu mengaji di rumah setiap hari?"
Aku:"Alhamdulillah ustadz, setiap maghrib, tapi sekarang saya terlalu sibuk berorganisasi jadi sering lupa dan bolong-bolong."
Ustadz Dahlan:"Diusahakan to nak, kalau bisa Quran nya dibawa kemanapun kamu pergi, dan baca tiap ada kesempatan, Kebiasaan baik jangan dihilangkan."
Aku:"Baik Ustadz, saya mengerti."
Dan sekarang aku sungguh menyesal tidak mengikuti nasihat Ustadz dahlan empat tahun lalu itu.
Rabu, 10 September 2014
Jumat, 08 Agustus 2014
One of My Childhood hero
I saw some childern playing today. They made me remember about one of my childhood biggest hero.
When I was in first grade in elementary school, I used to put my lunch money in my school bag. Back then, elementary school still had some exercise before going to class and study. Before going to school field to do that exercise I put my lunch money first. But when I went back, it was gone. Because I lost my lunch money, I couldn't eat lunch. So I went to my brother class (he was in 3rd grade) to tell him about my lost money. But for some reason, he ignored me. So I started crying.
When I was crying, a boy asked me why I cried. I told him, I lost my lunch money. And then he gave me his lunch money, then I stopped crying. Tomorrow it happened again, I went to my brother classroom, cried, and that boy gave me his lunch money again. It happened for two weeks long.
But in a monday morning, one of my brother classmates (he was my brother bestfriend) was suspicious why my money always gone. So he went to my classroom when all the students were exercising at the school field. Then he caught some random student was stealing my money. He told the teachers and that student got a detention.
Later I told my parents about my lost money and someone who stole it. I told my parents about a boy who always gave me his lunch money too. My parents gave me some money, and told me to give the money to the boy. I gave back his lunch money, he accepted it and said thanks.
I learned later that, the boy is poor and often didn't have something to eat.
I can't remember his name or his face. Because few months after it, he moved out of town.
But he taught me to always give, no matter condition you are in.
When I was in first grade in elementary school, I used to put my lunch money in my school bag. Back then, elementary school still had some exercise before going to class and study. Before going to school field to do that exercise I put my lunch money first. But when I went back, it was gone. Because I lost my lunch money, I couldn't eat lunch. So I went to my brother class (he was in 3rd grade) to tell him about my lost money. But for some reason, he ignored me. So I started crying.
When I was crying, a boy asked me why I cried. I told him, I lost my lunch money. And then he gave me his lunch money, then I stopped crying. Tomorrow it happened again, I went to my brother classroom, cried, and that boy gave me his lunch money again. It happened for two weeks long.
But in a monday morning, one of my brother classmates (he was my brother bestfriend) was suspicious why my money always gone. So he went to my classroom when all the students were exercising at the school field. Then he caught some random student was stealing my money. He told the teachers and that student got a detention.
Later I told my parents about my lost money and someone who stole it. I told my parents about a boy who always gave me his lunch money too. My parents gave me some money, and told me to give the money to the boy. I gave back his lunch money, he accepted it and said thanks.
I learned later that, the boy is poor and often didn't have something to eat.
I can't remember his name or his face. Because few months after it, he moved out of town.
But he taught me to always give, no matter condition you are in.
Jumat, 27 Juni 2014
What people say about me?
Wahaha. Lagi kepikiran post buntu dan nemu ide ini. Disini aku akan cerita tentang apa yang orang katakan tentang aku. Beberapa ada yang lucu, ada yang nyebelin, ada yang bagus. wkwk. These are what people say about me or how they call me or describe me:
Mas Fahmi: "Muka selalu bete"
Mas Fay dan Mas Wildan :"Supir Bajaj alias bajuri"
Gema :" Anak Main"
Someone from the past :"Kakanda" ciyee, dulu dengernya romantis sekarang sih agak. #huek
Seluruh anak sd ku seangkatan :"Gendut"
Seluruh temen smpku selain anak bandku dan anak 9b: "Gopur"
Anak bandku dan anak 9b "Bendol alias Benny Dolo"
Mas Ericko :"Trevor"
Seluruh adik kelasku di Smala yang tahu namaku cuma dari nama di belakang jersey "Mas Gofur"
Orang yang baru kenal aku :"Rizki"
Mama-Papa :"Dek"
Dek Rachma Gendut :"Cak Gendut"
Cak Nanda :" Cak"
Bob :" Cici" sekarang semua jadi ikutan:
Syah Faica :"cici"
Muthia: " cici" ---____----
Ketua kelas abadi : "Brewok"
Some anak gak terlalu kenal di smp "Kayak orang jepang"
Sekelompok geng cewek di smp : "Pentol" (what?)
Win: "Hairy Hypocrite"
Teammates di Ku-16 :" Kapten" (wenaak) (Ndionok)
Anak Pikachu Cewek : "Kikik"
Anak Pikachu Cowok : "Rimbun"
Yuan : "papa bear" ---__---
An ex :"Beruang"
Gema (lagi) : "sering buntu"
Dinar Ardi :"Kurang cowok" (ini dulu sih)
Vincent K.:" Pemain enak" (iki sindiran yo)
Iwan :"Sangar"
Cholis dan Angga :"Preman"
Temen-temen di PSGS :" Tenor 2"
Last and my Favourite :
Dimas Agus :" Muka heavy metal tapi hati heavy rotation"
Mas Fahmi: "Muka selalu bete"
Mas Fay dan Mas Wildan :"Supir Bajaj alias bajuri"
Gema :" Anak Main"
Someone from the past :"Kakanda" ciyee, dulu dengernya romantis sekarang sih agak. #huek
Seluruh anak sd ku seangkatan :"Gendut"
Seluruh temen smpku selain anak bandku dan anak 9b: "Gopur"
Anak bandku dan anak 9b "Bendol alias Benny Dolo"
Mas Ericko :"Trevor"
Seluruh adik kelasku di Smala yang tahu namaku cuma dari nama di belakang jersey "Mas Gofur"
Orang yang baru kenal aku :"Rizki"
Mama-Papa :"Dek"
Dek Rachma Gendut :"Cak Gendut"
Cak Nanda :" Cak"
Bob :" Cici" sekarang semua jadi ikutan:
Syah Faica :"cici"
Muthia: " cici" ---____----
Ketua kelas abadi : "Brewok"
Some anak gak terlalu kenal di smp "Kayak orang jepang"
Sekelompok geng cewek di smp : "Pentol" (what?)
Win: "Hairy Hypocrite"
Teammates di Ku-16 :" Kapten" (wenaak) (Ndionok)
Anak Pikachu Cewek : "Kikik"
Anak Pikachu Cowok : "Rimbun"
Yuan : "papa bear" ---__---
An ex :"Beruang"
Gema (lagi) : "sering buntu"
Dinar Ardi :"Kurang cowok" (ini dulu sih)
Vincent K.:" Pemain enak" (iki sindiran yo)
Iwan :"Sangar"
Cholis dan Angga :"Preman"
Temen-temen di PSGS :" Tenor 2"
Last and my Favourite :
Dimas Agus :" Muka heavy metal tapi hati heavy rotation"
Jumat, 20 Juni 2014
Being active
Being active in a lot of extraculicular activities doesn't mean....
Buat para smalane atau siapapun pelajar yang aktif di kehidupan ekstra culicular.
Kebiasaan deh kita suka keranjingan ngerjain banyak banget hal yang kita suka. Kita kejar sampai kemanapun, sampai lupa makan, lupa orang tua, lupa keluarga, dan yang paling penting dan paling sering lupa belajar. Bagi sebagian orang yang aktif di dunia ekstrakulikuler, hal yang paling biasanya mereka tinggal adalah belajar. Karena mungkin mereka mikir belajar itu sampingan aja.
Ini kebalik coy, belajar itu utama selama statusmu itu pelajar. Beda lagi sih kalau statusmu pelajar-atlet, yang emang kamu udah dididik dan menuju ke dunia atlet atau dunia musik atau dunia apapunlah. Selama kamu masih pelajar yang biasa-biasa aja, berarti tugasmu belajar coy. Kalau kamu sma, mau kuliah ya belajar. Kalau kamu kuliah, mau lulus dan berfungsi dengan baik di masyarakat ya belajar. Ada sih yang bilang, kurikulumnya ribet lah, gurunya nggak enak lah, apalah. Aduh men, udah nggak zaman begituan. Kebanyakan protes itu bikin kita tambah lupa sama belajar. Coba pikir deh, emang kurikulum kita ngajarin ndukun? Ngajarin maling? enggak kan. Bandingin deh sama amerika, sama jepang, masih mirip kan? Ya berarti masih lumayan. Sambil belajar, kamu bisa bandingin kurikulum Indonesia sama luar negeri, terus tambal deh yang kurang-kurang. Sekarang perpustakaan dimana-mana. Di kampus-kampus ada. Internet ada. Ilmu pengetahuan bebas dan luas bro. Kurikulum, Unas (yang banyak di protes) itu ada plus dan minusnya lah bro. Ya nggak bagus banget (menurutku), tapi juga tetep ada plusnya. Aku disini nggak pro dan kontra sama kurikulum beserta unasnya. Yang aku mau tekankan nih, jangan sampai hal-hal ini bikin lupa sama tugas utama kita yaitu belajar. Nggak suka sama standar kurikulum? Bikin aja standar sendiri, yang penting tetep belajar dengan keras. Kalau tetep belajar keras, standar kurikulum pasti lewat lah. Dan kamu bakal baik-baik saja.
Dan satu nih yang penting. Kalau kamu aktif dalam kepanitiaan, organisasi, les, apapun lah, akademik tetep utama bro. Kenapa?
Ini nih yang masalah, mindset kita suka menganaktirikan akademik (apa mindsetku aja? haha). Yang prestasi non akademik gak dihargai lah, hidup ga cuma belajar doang lah, hidup juga perlu cari koneksi lah, bikin bisnis lah.
Tapi coba pikir lagi deh. Misal dokter nih, lupa satu aja obat dari suatu penyakit. Pasiennya bisa mati men. Fatal. Insinyur nih, lupa ngehitung salah satu faktor yang bisa merusak jembatan. Orang yang lewat bisa mati, fatal juga. Akademik juga penting men, bahkan salah satu yang terpenting. Usahain skill apapun yang dikasih di smp, sma, apalagi kuliah itu dikuasain semua. Semua pelajaran itu penting men. Serius. Pelajaran yang udah dikasih ke kita itu udah di seleksi.
Masih sering denger sih, "buat apa belajar sejarah? masa lalu kok dipelajarin". "Buat apa belajar PKn? Ah isinya paling koruptor semua, suka korupsi, negara ini ga maju jadi buat apa dipelajarin".
Ya siswa-siswa kayak gini yang bikin Indonesia nggak maju-maju. Jangan apatis lah sama topik-topik diatas. Cuman kelihatannya aja nggak penting, aslinya penting banget. Contohnya sejarah nih, Pak Karno dengan tegas bilang, "Jasmerah!". Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Bahaya bro kalau kamu lupa sama sejarah, apalagi kaum muda. Bisa hancur negara kita. Kalau kita ga belajar sejarah, terus kita ga tahu kita pernah dijajah, bisa-bisa kaum asing dateng lagi dan jajah kita dengan cara yang sama, dan kita ga tahu!
Kalau PKn nih ya. Ya kondisi negara ini semua udah tahu lah. Tapi nggak peduli sama topik ini, nggak kritis, justru malah bahaya. Para koruptor dan yang mau ngerusak negara kita bakal merajarela dengan senang, soalnya kita sendiri ga mau bela negara kita, karena kita nggak tahu ilmunya barang secuil pun.
Jadiii, belajar dengan keras sesuai minat dan bakat, tapi jangan lupain yang lain juga lah. Hidup masa muda emang enak, nikmatin, enjoy, tapi jangan lupa belajar. Terus nih buat yang gila organisasi, terusin bro. Bagus banget apa yang kamu lakuin, tapi, jangan lupa sama yang lain juga. Gila organisasi bukan berarti tambah ga belajar, itu berarti kamu harus belajar di setiap waktu kamu yang tersisa. Mau gimana? tuntutan akademik bro harus dituruti. Tuntutan akademik siapa? Kurikulum? Orang tua? Bukan bro. Tuntutan akademik dirimu sendiri. Kamu, sebagai anak muda Indonesia, harus punya tuntutan akademik sendiri. Kamu nggak boleh bodoh dan nggak punya ilmu. Kalau bisa seluas mungkin, di bidang yang kamu suka aja kamu belajarnnya detail, sisanya pokoknya kamu tahu lah. Dan jangan apatis sama lingkungan sekitar (maaf ya pake kata apatis), lingkungan itu bisa ngasih banyak pelajaran kalau kamu mau belajar.
Semangat ya pelajar Indonesia, aku tunggu kalian di masa depan.
(Tulisan ini juga salah satu refleksi untuk diri saya sendiri...)
Buat para smalane atau siapapun pelajar yang aktif di kehidupan ekstra culicular.
Kebiasaan deh kita suka keranjingan ngerjain banyak banget hal yang kita suka. Kita kejar sampai kemanapun, sampai lupa makan, lupa orang tua, lupa keluarga, dan yang paling penting dan paling sering lupa belajar. Bagi sebagian orang yang aktif di dunia ekstrakulikuler, hal yang paling biasanya mereka tinggal adalah belajar. Karena mungkin mereka mikir belajar itu sampingan aja.
Ini kebalik coy, belajar itu utama selama statusmu itu pelajar. Beda lagi sih kalau statusmu pelajar-atlet, yang emang kamu udah dididik dan menuju ke dunia atlet atau dunia musik atau dunia apapunlah. Selama kamu masih pelajar yang biasa-biasa aja, berarti tugasmu belajar coy. Kalau kamu sma, mau kuliah ya belajar. Kalau kamu kuliah, mau lulus dan berfungsi dengan baik di masyarakat ya belajar. Ada sih yang bilang, kurikulumnya ribet lah, gurunya nggak enak lah, apalah. Aduh men, udah nggak zaman begituan. Kebanyakan protes itu bikin kita tambah lupa sama belajar. Coba pikir deh, emang kurikulum kita ngajarin ndukun? Ngajarin maling? enggak kan. Bandingin deh sama amerika, sama jepang, masih mirip kan? Ya berarti masih lumayan. Sambil belajar, kamu bisa bandingin kurikulum Indonesia sama luar negeri, terus tambal deh yang kurang-kurang. Sekarang perpustakaan dimana-mana. Di kampus-kampus ada. Internet ada. Ilmu pengetahuan bebas dan luas bro. Kurikulum, Unas (yang banyak di protes) itu ada plus dan minusnya lah bro. Ya nggak bagus banget (menurutku), tapi juga tetep ada plusnya. Aku disini nggak pro dan kontra sama kurikulum beserta unasnya. Yang aku mau tekankan nih, jangan sampai hal-hal ini bikin lupa sama tugas utama kita yaitu belajar. Nggak suka sama standar kurikulum? Bikin aja standar sendiri, yang penting tetep belajar dengan keras. Kalau tetep belajar keras, standar kurikulum pasti lewat lah. Dan kamu bakal baik-baik saja.
Dan satu nih yang penting. Kalau kamu aktif dalam kepanitiaan, organisasi, les, apapun lah, akademik tetep utama bro. Kenapa?
Ini nih yang masalah, mindset kita suka menganaktirikan akademik (apa mindsetku aja? haha). Yang prestasi non akademik gak dihargai lah, hidup ga cuma belajar doang lah, hidup juga perlu cari koneksi lah, bikin bisnis lah.
Tapi coba pikir lagi deh. Misal dokter nih, lupa satu aja obat dari suatu penyakit. Pasiennya bisa mati men. Fatal. Insinyur nih, lupa ngehitung salah satu faktor yang bisa merusak jembatan. Orang yang lewat bisa mati, fatal juga. Akademik juga penting men, bahkan salah satu yang terpenting. Usahain skill apapun yang dikasih di smp, sma, apalagi kuliah itu dikuasain semua. Semua pelajaran itu penting men. Serius. Pelajaran yang udah dikasih ke kita itu udah di seleksi.
Masih sering denger sih, "buat apa belajar sejarah? masa lalu kok dipelajarin". "Buat apa belajar PKn? Ah isinya paling koruptor semua, suka korupsi, negara ini ga maju jadi buat apa dipelajarin".
Ya siswa-siswa kayak gini yang bikin Indonesia nggak maju-maju. Jangan apatis lah sama topik-topik diatas. Cuman kelihatannya aja nggak penting, aslinya penting banget. Contohnya sejarah nih, Pak Karno dengan tegas bilang, "Jasmerah!". Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Bahaya bro kalau kamu lupa sama sejarah, apalagi kaum muda. Bisa hancur negara kita. Kalau kita ga belajar sejarah, terus kita ga tahu kita pernah dijajah, bisa-bisa kaum asing dateng lagi dan jajah kita dengan cara yang sama, dan kita ga tahu!
Kalau PKn nih ya. Ya kondisi negara ini semua udah tahu lah. Tapi nggak peduli sama topik ini, nggak kritis, justru malah bahaya. Para koruptor dan yang mau ngerusak negara kita bakal merajarela dengan senang, soalnya kita sendiri ga mau bela negara kita, karena kita nggak tahu ilmunya barang secuil pun.
Jadiii, belajar dengan keras sesuai minat dan bakat, tapi jangan lupain yang lain juga lah. Hidup masa muda emang enak, nikmatin, enjoy, tapi jangan lupa belajar. Terus nih buat yang gila organisasi, terusin bro. Bagus banget apa yang kamu lakuin, tapi, jangan lupa sama yang lain juga. Gila organisasi bukan berarti tambah ga belajar, itu berarti kamu harus belajar di setiap waktu kamu yang tersisa. Mau gimana? tuntutan akademik bro harus dituruti. Tuntutan akademik siapa? Kurikulum? Orang tua? Bukan bro. Tuntutan akademik dirimu sendiri. Kamu, sebagai anak muda Indonesia, harus punya tuntutan akademik sendiri. Kamu nggak boleh bodoh dan nggak punya ilmu. Kalau bisa seluas mungkin, di bidang yang kamu suka aja kamu belajarnnya detail, sisanya pokoknya kamu tahu lah. Dan jangan apatis sama lingkungan sekitar (maaf ya pake kata apatis), lingkungan itu bisa ngasih banyak pelajaran kalau kamu mau belajar.
Semangat ya pelajar Indonesia, aku tunggu kalian di masa depan.
(Tulisan ini juga salah satu refleksi untuk diri saya sendiri...)
Sabtu, 14 Juni 2014
Recently
Hello. You know this is very unique. I still can't move on, I am still trying, still struggling. But somehow some parts of the puzzle keep showing up out of nowhere. And now the last puzzle has showed up. The actual reason why you did all of this. I don't think it is the same reason you have, but this is what I think the closest.
D-30 hour Final Exam.
I was wondering arround internet and saw a very beautiful movie. About what (probably) you have done in the past. I was the one who try to help you back then, I tried very hard. So maybe I was part of it too. The pressure you get from your past is unbearable (now I got that). And what you want is a complete move on from what you have done. Now I know that everything is never going to be the same again for you. You want a complete move on, so that's why you leave me.
I know i should stop blaming you for all of my own fault. Yeah, those are my fault. I should stop blaming you. You deserve to move on, and if me is the part of your past, you should leave me to.
I really hope this answer is enough for me. So I can move on and continue my own life. Although I must say, running away from everything just make you tired. You have to face it.
I hope you can live a good and long life.
With so much love.
Your bestfriend.
D-30 hour Final Exam.
I was wondering arround internet and saw a very beautiful movie. About what (probably) you have done in the past. I was the one who try to help you back then, I tried very hard. So maybe I was part of it too. The pressure you get from your past is unbearable (now I got that). And what you want is a complete move on from what you have done. Now I know that everything is never going to be the same again for you. You want a complete move on, so that's why you leave me.
I know i should stop blaming you for all of my own fault. Yeah, those are my fault. I should stop blaming you. You deserve to move on, and if me is the part of your past, you should leave me to.
I really hope this answer is enough for me. So I can move on and continue my own life. Although I must say, running away from everything just make you tired. You have to face it.
I hope you can live a good and long life.
With so much love.
Your bestfriend.
Minggu, 25 Mei 2014
Happy Birthday!
Hello everyone. My new friends in college like birthdays so much. They celebrate it almost everyday, and I think I need to explain myself. I am not a fan of celebrating being closer to death. I am not afraid of death but celebrating being closer to death has no point. Sometimes, I have to, if I may quote Sheldon "Bow to Social Pressure". So maybe you see me once celebrating my friend's birthday because I have to bow. I am okay with people celebrating it, but I am not comfortable doing it myself.
I hope this clears up everything. Thank you for reading!
I hope this clears up everything. Thank you for reading!
Rabu, 05 Februari 2014
Bedanya orang Korea dan Indonesia
Halo blogs. Libur kuliah enaknya ngeblog lagi, hahaha. Kemarin hari rabu aku ke smala buat sosialisasi universitasku. Kebetulan disana lagi dikunjungin beberapa relawan budaya gitu kayaknya, dari korea selatan. Waktu aku masih sekolah di smala, beberapa guru pernah cerita tentang delegasi Korea yang ke smala. Eh tapi waktu aku di smala, delegasi itu gak pernah muncul. Dan waktu aku lulus dari smala, baru delegasi ini dateng ARGH (Pukul-pukul tembok). Nah nah, niatnya kemarin mau ngajak ngomong sih, tapi biasalah, masih malu sama sungkan. Malu sama sungkan ini yang perlu dihilangin. Belajar bahasa korea kan ya buat ngomong sama orang Korea. Tapi akhirnya karena saking sungkannya orang koreanya keburu pergi., ya udah deh. Tapi sempet merekam satu momen sih, waktu mereka selesai makan, mereka numpuk kotaknya dengan rapi, ga berantakan. Patut dicontoh nih.
Sebenernya sih orang Indonesia bisa tertib dikit kayak gini. Rapi kan? Budaya Indonesia juga kaya kok, nggak kalah sama korea. Tapi Orang-orangnya kudu lebih peka lagi.
Sebenernya sih orang Indonesia bisa tertib dikit kayak gini. Rapi kan? Budaya Indonesia juga kaya kok, nggak kalah sama korea. Tapi Orang-orangnya kudu lebih peka lagi.
Jumat, 24 Januari 2014
Bagaimana bisa dikatakan sama?
Sering sekali aku mendengar ungkapan ini. Aku kurang tahu darimana sumber aslinya, namun yang pasti sebagian orang menganggap ini benar. Pernyataan yang dikatakan orang-orang ini adalah "Semua agama adalah sama". Pernyataan ini menggelitik pikiranku dan memaksaku untuk menulis pendapatku tentangnya.
Agama adalah jalan hidup. Artinya semua yang kamu lakukan itu berdasarkan padanya. Kapan kamu bangun di pagi hari, bagaimana caramu makan, bagaimana caramu bekerja, bagaimana caramu bersosialisasi dengan orang lain itu berdasarkan pada agama yang kamu anut. Setiap persoalan kecil yang ditemui sehari-hari diputuskan menggunakan agama. Apalagi persoalan-persoalan besar seperti bagaimana cara bergaul dengan pemeluk agama lain, bagaimana cara berperang, bagaimana cara mengatur masyarakat dan negara.
Aku tidak menjudge sebuah agama itu benar atau salah disini, aku hanya mengatakan setiap agama itu berbeda. Bagaimana bisa dikatakan berbeda?
Orang-orang penganut teori "semua agama itu sama" sering mengatakan "agama-agama itu sama, mengajarkan kebajikan dan kebaikan"
Sanggahan: Memang semua agama, atau pada umumnya, mengajarkan kebajikan dan kebaikan. Karena itu adalah fungsi agama yang dicari oleh manusia. Rasa tenang, jalan hidup, cara hidup, tujuan hidup. Kalau ada agama yang mengajarkan kejahatan, ya mana ada yang mau memeluk? Tapi kalau kita lihat lebih lanjut, kebaikan dan kebajikan yang diajarkan setiap agama itu tidak sama. Tetap ada sudut pandang subjektif mengenai siapa yang perlu diberikan kebaikan dan kebajikan, mengenai bagaimana kebaikan dan kebijakan itu dilakukan, mengenai kapan dan mengapa kebaikan dan kebajikan itu dilakukan. Kata subjektif berarti memihak, berarti tidak sama antara satu dengan yang lain.
Pernyataan yang kedua "kalau kamu berbuat kebaikan, orang tidak peduli apa agamamu"
Sanggahan: Apa orang ateis tidak bisa berbuat kebaikan? Dan memang, tentu saja tidak ada yang peduli agamamu apa kalau kamu menolong orang. Kalau ada orang menolong saya mengambilkan barang saya yang jatuh, saya (dan saya kira anda semua) tidak akan repot-repot menanyakan agama orang itu. Tapi, apakah seluruh dunia berakhir disaat orang itu menolong saya? Tidak. Orang yang menolong saya bisa beragama apa saja. Misalkan dia beragama A. Dia akan pergi ke tempat ibadahnya, disana dia menyapa penganut seagamanya dengan sebuah salam B. Kemudian di tempat ibadahnya dia melakukan ibadah C. Tapi kalau orang itu beragama D? Mungkin dia akan langsung pulang ke rumahnya karena dia tidak ada ibadah di tempat ibadah di hari itu. Dia akan pulang ke rumah, berdoa bersama istrinya menggunakan doa E, kemudian pergi ke sebuah tempat untuk menghimpun uang dari pemeluk agamanya karena itu merupakan ibadah F.
Agama itu jalan hidup. Tak terbatas pada kebaikan dan kebajikan saja. Kitab suci berbeda, tertulis dengan bahasa yang berbeda-beda. Ibadah pun dengan cara yang berbeda-beda. Bagaimana mereka bisa mengatakannya sama? Saya atau siapapun, saya kira tidak berhak untuk menentukan mana yang anda kira benar. Anda harus tentukan sendiri, jangan biarkan orang lain mendikte apa yang anda percayai. Setiap orang boleh mengatakan apa yang mereka anggap benar dengan cara yang bertanggung jawab, tapi apa yang anggap benar harus anda pikir sendiri masak-masak. Jangan karena sebuah kalimat terlihat "benar" lantas anda percaya begitu saja.
Terima kasih telah membaca, sekali lagi ini hanya apa yang saya ingin ungkapkan, Bila ada yang tersinggung, saya mohon maaf sebesar-besarnya.
Sekali lagi terima kasih.
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)