Jumat, 27 Juni 2014

What people say about me?

Wahaha. Lagi kepikiran post buntu dan nemu ide ini. Disini aku akan cerita tentang apa yang orang katakan tentang aku. Beberapa ada yang lucu, ada yang nyebelin, ada yang bagus. wkwk. These are what people say about me or how they call me or describe me:

Mas Fahmi: "Muka selalu bete"

Mas Fay dan Mas Wildan :"Supir Bajaj alias bajuri"

Gema :" Anak Main"

Someone from the past :"Kakanda" ciyee, dulu dengernya romantis sekarang sih agak. #huek

Seluruh anak sd ku seangkatan :"Gendut"

Seluruh temen smpku selain anak bandku dan anak 9b: "Gopur"

Anak bandku dan anak 9b "Bendol alias Benny Dolo"

Mas Ericko :"Trevor"

Seluruh adik kelasku di Smala yang tahu namaku cuma dari nama di belakang jersey "Mas Gofur"

Orang yang baru kenal aku :"Rizki"

Mama-Papa :"Dek"

Dek Rachma Gendut :"Cak Gendut"

Cak Nanda :" Cak"

Bob :" Cici" sekarang semua jadi ikutan:

Syah Faica :"cici"

Muthia: " cici" ---____----

Ketua kelas abadi : "Brewok"

Some anak gak terlalu kenal di smp "Kayak orang jepang"

Sekelompok geng cewek di smp : "Pentol" (what?)

Win: "Hairy Hypocrite"

Teammates di Ku-16 :" Kapten" (wenaak) (Ndionok)

Anak Pikachu Cewek : "Kikik"

Anak Pikachu Cowok : "Rimbun"

Yuan : "papa bear" ---__---

An ex :"Beruang"

Gema (lagi) : "sering buntu"

Dinar Ardi :"Kurang cowok" (ini dulu sih)

Vincent K.:" Pemain enak" (iki sindiran yo)

Iwan :"Sangar"

Cholis dan Angga :"Preman"

Temen-temen di PSGS :" Tenor 2"

Last and my Favourite :

Dimas Agus :" Muka heavy metal tapi hati heavy rotation"






Jumat, 20 Juni 2014

Being active

Being active in a lot of extraculicular activities doesn't mean....

Buat para smalane atau siapapun pelajar yang aktif di kehidupan ekstra culicular.

Kebiasaan deh kita suka keranjingan ngerjain banyak banget hal yang kita suka. Kita kejar sampai kemanapun, sampai lupa makan, lupa orang tua, lupa keluarga, dan yang paling penting dan paling sering lupa belajar. Bagi sebagian orang yang aktif di dunia ekstrakulikuler, hal yang paling biasanya mereka tinggal adalah belajar. Karena mungkin mereka mikir belajar itu sampingan aja.

Ini kebalik coy, belajar itu utama selama statusmu itu pelajar. Beda lagi sih kalau statusmu pelajar-atlet, yang emang kamu udah dididik dan menuju ke dunia atlet atau dunia musik atau dunia apapunlah. Selama kamu masih pelajar yang biasa-biasa aja, berarti tugasmu belajar coy. Kalau kamu sma, mau kuliah ya belajar. Kalau kamu kuliah, mau lulus dan berfungsi dengan baik di masyarakat ya belajar. Ada sih yang bilang, kurikulumnya ribet lah, gurunya nggak enak lah, apalah. Aduh men, udah nggak zaman begituan. Kebanyakan protes itu bikin kita tambah lupa sama belajar. Coba pikir deh, emang kurikulum kita ngajarin ndukun? Ngajarin maling? enggak kan. Bandingin deh sama amerika, sama jepang, masih mirip kan? Ya berarti masih lumayan. Sambil belajar, kamu bisa bandingin kurikulum Indonesia sama luar negeri, terus tambal deh yang kurang-kurang. Sekarang perpustakaan dimana-mana. Di kampus-kampus ada. Internet ada. Ilmu pengetahuan bebas dan luas bro. Kurikulum, Unas (yang banyak di protes) itu ada plus dan minusnya lah bro. Ya nggak bagus banget (menurutku), tapi juga tetep ada plusnya. Aku disini nggak pro dan kontra sama kurikulum beserta unasnya. Yang aku mau tekankan nih, jangan sampai hal-hal ini bikin lupa sama tugas utama kita yaitu belajar. Nggak suka sama standar kurikulum? Bikin aja standar sendiri, yang penting tetep belajar dengan keras. Kalau tetep belajar keras, standar kurikulum pasti lewat lah. Dan kamu bakal baik-baik saja.

Dan satu nih yang penting. Kalau kamu aktif dalam kepanitiaan, organisasi, les, apapun lah, akademik tetep utama bro. Kenapa?

Ini nih yang masalah, mindset kita suka menganaktirikan akademik (apa mindsetku aja? haha). Yang prestasi non akademik gak dihargai lah, hidup ga cuma belajar doang lah, hidup juga perlu cari koneksi lah, bikin bisnis lah.

Tapi coba pikir lagi deh. Misal dokter nih, lupa satu aja obat dari suatu penyakit. Pasiennya bisa mati men. Fatal. Insinyur nih, lupa ngehitung salah satu faktor yang bisa merusak jembatan. Orang yang lewat bisa mati, fatal juga. Akademik juga penting men, bahkan salah satu yang terpenting. Usahain skill apapun yang dikasih di smp, sma, apalagi kuliah itu dikuasain semua. Semua pelajaran itu penting men. Serius. Pelajaran yang udah dikasih ke kita itu udah di seleksi.

Masih sering denger sih, "buat apa belajar sejarah? masa lalu kok dipelajarin". "Buat apa belajar PKn? Ah isinya paling koruptor semua, suka korupsi, negara ini ga maju jadi buat apa dipelajarin".

Ya siswa-siswa kayak gini yang bikin Indonesia nggak maju-maju. Jangan apatis lah sama topik-topik diatas. Cuman kelihatannya aja nggak penting, aslinya penting banget. Contohnya sejarah nih, Pak Karno dengan tegas bilang, "Jasmerah!". Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Bahaya bro kalau kamu lupa sama sejarah, apalagi kaum muda. Bisa hancur negara kita. Kalau kita ga belajar sejarah, terus kita ga tahu kita pernah dijajah, bisa-bisa kaum asing dateng lagi dan jajah kita dengan cara yang sama, dan kita ga tahu!

Kalau PKn nih ya. Ya kondisi negara ini semua udah tahu lah. Tapi nggak peduli sama topik ini, nggak kritis, justru malah bahaya. Para koruptor dan yang mau ngerusak negara kita bakal merajarela dengan senang, soalnya kita sendiri ga mau bela negara kita, karena kita nggak tahu ilmunya barang secuil pun.

Jadiii, belajar dengan keras sesuai minat dan bakat, tapi jangan lupain yang lain juga lah. Hidup masa muda emang enak, nikmatin, enjoy, tapi jangan lupa belajar. Terus nih buat yang gila organisasi, terusin bro. Bagus banget apa yang kamu lakuin, tapi, jangan lupa sama yang lain juga. Gila organisasi bukan berarti tambah ga belajar, itu berarti kamu harus belajar di setiap waktu kamu yang tersisa. Mau gimana? tuntutan akademik bro harus dituruti. Tuntutan akademik siapa? Kurikulum? Orang tua? Bukan bro. Tuntutan akademik dirimu sendiri. Kamu, sebagai anak muda Indonesia, harus punya tuntutan akademik sendiri. Kamu nggak boleh bodoh dan nggak punya ilmu. Kalau bisa seluas mungkin, di bidang yang kamu suka aja kamu belajarnnya detail, sisanya pokoknya kamu tahu lah. Dan jangan apatis sama lingkungan sekitar (maaf ya pake kata apatis), lingkungan itu bisa ngasih banyak pelajaran kalau kamu mau belajar.

Semangat ya pelajar Indonesia, aku tunggu kalian di masa depan.

(Tulisan ini juga salah satu refleksi untuk diri saya sendiri...)

Sabtu, 14 Juni 2014

Recently

Hello. You know this is very unique. I still can't move on, I am still trying, still struggling. But somehow some parts of the puzzle keep showing up out of nowhere. And now the last puzzle has showed up. The actual reason why you did all of this. I don't think it is the same reason you have, but this is what I think the closest.

D-30 hour Final Exam.

I was wondering arround internet and saw a very beautiful movie. About what (probably) you have done in the past.  I was the one who try to help you back then, I tried very hard. So maybe I was  part of it too. The pressure you get from your past is unbearable (now I got that). And what you want is a complete move on from what you have done. Now I know that everything is never going to be the same again for you. You want a complete move on, so that's why you leave me.

I know i should stop blaming you for all of my own fault. Yeah, those are my fault. I should stop blaming you. You deserve to move on, and if me is the part of your past, you should leave me to.

I really hope this answer is enough for me. So I can move on and continue my own life. Although I must say, running away from everything just make you tired. You have to face it.

I hope you can live a good and long life.

With so much love.
Your bestfriend.