Hari ini saya menyadari seseuatu. Saya menyadari bahwa manusia bisa memilih, manusia bisa memilih untuk jadi apakah mereka. Selama ini saya selalu terbawa teman teman saya. dan selalu mengikuti mereka
Saya melabeli diri saya dengan "tidak ada pilihan" dan kemudian terbawa arus.
Sekarang saya menyadari bahwa saya harus tegas. Dan harus bersikap seperti diri saya sendiri dengan berpedoman keapada Islam.
Sekian, Wassalam.
Rabu, 17 Maret 2010
Sabtu, 13 Maret 2010
Keyakinanku
Sabtu 18 Februari 2009 8.00 PM
Keyakinanku
Di Tengah malam ini..
Aku berpikir ,sendiri dan merenung..
Andai waktu dapat kuputar…
Aku tidak akan mengatakan ini kepadamu..
Kalau akhirnya engkau hanya akan menangis..
Kalau akhirnya sekarang engkau hanya merintih
Semula aku ragu akan semua yang engkau katakan
Tapi tetes demi tetes air matamu yang jatuh kemarin…
Benar benar membuat hatiku terkoyak…
Maafkan aku…
Aku merasa sangat bersalah telah membuatmu
Meneteskan air matamu….
Di setiap sujudku tanpa kusadari
Tetes demi tetes air mataku pun jatuh..
Setiap mengingat aku pernah membuatmu menangis…
Aku Benar benar minta maaf sayang…
Aku sangat menyayangimu…
Dan aku merasa bersalah,,
Telah membuatmu menangis
Semua salahku…
Aku benar benar telah salah membiarakan tetesan air mata orang yang kucintai menetes karenaku..
Maaf …
Maaf…
Hanya dengan kata itu
Aku dapat..
Menebus kesalahanku…
Keyakinanku
Di Tengah malam ini..
Aku berpikir ,sendiri dan merenung..
Andai waktu dapat kuputar…
Aku tidak akan mengatakan ini kepadamu..
Kalau akhirnya engkau hanya akan menangis..
Kalau akhirnya sekarang engkau hanya merintih
Semula aku ragu akan semua yang engkau katakan
Tapi tetes demi tetes air matamu yang jatuh kemarin…
Benar benar membuat hatiku terkoyak…
Maafkan aku…
Aku merasa sangat bersalah telah membuatmu
Meneteskan air matamu….
Di setiap sujudku tanpa kusadari
Tetes demi tetes air mataku pun jatuh..
Setiap mengingat aku pernah membuatmu menangis…
Aku Benar benar minta maaf sayang…
Aku sangat menyayangimu…
Dan aku merasa bersalah,,
Telah membuatmu menangis
Semua salahku…
Aku benar benar telah salah membiarakan tetesan air mata orang yang kucintai menetes karenaku..
Maaf …
Maaf…
Hanya dengan kata itu
Aku dapat..
Menebus kesalahanku…
Perih
Selasa 2 Februari 2010 12.50 PM
Perih
Tak terperi duka ini
Saat diri ini dikhianati
Dibenci , dicaci, dimaki
Dirimu pegi begitu saja
Memendamku dalam luka lara
Luka besar menganga yang tak terperi sakitnya
Tuhan menciptakan hatiku dengan mengambil sebagian hatimu
Namun tak sediktpun kau akui
Bahwa kau memang ditakdirkan bersamaku
Kehilangan dirimu seperti kehilangan sebagian diriku
Seperti bulan tanpa bintang- bintang
Seperti berlari tanpa sebelag kaki
Derap kuda terdengar bagai meregang nyawa
Ku tarik pedangku dari sarungnya
Berlalriku menyongsong maut
Tak peduli kau mau pergi, mau membunuku, atau mau menyiksaku
Ku harus tetap berdiri dan bertahan
Ku berlari menyongsong kematian yang tak terhindari
Ku tak ingin mati demi cinta yang fana ini
Namun ku ingin mati sebagai prajurit yang melindungi negeri yang kucintai
Perih
Tak terperi duka ini
Saat diri ini dikhianati
Dibenci , dicaci, dimaki
Dirimu pegi begitu saja
Memendamku dalam luka lara
Luka besar menganga yang tak terperi sakitnya
Tuhan menciptakan hatiku dengan mengambil sebagian hatimu
Namun tak sediktpun kau akui
Bahwa kau memang ditakdirkan bersamaku
Kehilangan dirimu seperti kehilangan sebagian diriku
Seperti bulan tanpa bintang- bintang
Seperti berlari tanpa sebelag kaki
Derap kuda terdengar bagai meregang nyawa
Ku tarik pedangku dari sarungnya
Berlalriku menyongsong maut
Tak peduli kau mau pergi, mau membunuku, atau mau menyiksaku
Ku harus tetap berdiri dan bertahan
Ku berlari menyongsong kematian yang tak terhindari
Ku tak ingin mati demi cinta yang fana ini
Namun ku ingin mati sebagai prajurit yang melindungi negeri yang kucintai
Welcome
Halo, saya baru sebagai blogger. Namun saya harap saya dapat menulis tulisan yang berguna untuk anda. Wassalam
Langganan:
Komentar (Atom)