Hello blogs. Kayaknya blog ini sepi banget ya, tak masalah lah yang penting ada dokumentasi haha. Sekarang jumat sore, weekend. *yee *tapi habis ini UAS. Hahaha, mau gimana ini weekend tapi habis gini UAS.
Jadiiii, ceritanya sore ini aku browsing buntu, terus kepikiran buat nulis sesuatu. Apa ya? Apa enaknya? Surat beroh. Surat? Surat ke siapa?
Siapa hayoo? enaknya siapa?
Hahaha. Ke seorang teman.
Langsung aja ya? Jangan kepo tapi sama isi suratnya.
Yaelah bro, siapa yang mau kepoin isi suratmu.
Hahaha, kali ajaa.
Aku belum beli sticker buat keyboardku dan udah lama banget gak buka buku-buku lama, jadi kalau ada salah nulis maafin ya.
안녕 친구! 나 경나?
아.. 어래만이야. 잘 진나요? 요기에 내 가 잘 했어. 어려원데, 연 심이 하고있어.
너 가는거 아라요. 나 안보고싶어? ㅎㅎㅎ
얼마전에 만났어. 나 봤어? 너 봤어. 너 는 울고있었, 그런데 할수있는거 없었어.
미안햬.
정말 보고깊어요. 너 없인데 혼자야.
잘 진나세요! :)
안녕!
Hope you read it, kawan. :)
Jumat, 20 Desember 2013
Minggu, 03 November 2013
Awal dari Semuanya
Halo blogs. Sudah lama sekali aku tidak menulis. Ini adalah post pertamaku setelah aku masuk kuliah. Aku sekarang disini, di tempat yang lebih luar biasa dari tempatku sebelumnya. Secara garis besar hampir sama, namun segalanya serba lebih disini. Lebih rumit, lebih membutuhkan kerja keras, dan lebih membutuhkan pengorbanan. Tapi itulah hidup, hidup harus terus mendapat kesulitan kalau ingin perubahan yang lebih baik.
Beberapa bulan disini membuatku mengingat semua alasanku memulai segalanya. Memulai sebuah perubahan besar dari seorang anak yang hidup mengalir seperti air menjadi seseorang yang lebih mempunyai prinsip. Berubah dari air yang mengalir, menjadi sebuah tanggul yang besar untuk menahan arus perubahan itu sendiri.
Semua bermula di Perisai SMA 5 Surabaya. Saat aku mengenakan putih hitam itu, dan mulai merasakan satu persatu urgensi untuk memulai perubahan itu. Scraf biru yang dikenakan kakak kelasku waktu itu, scraf biru yang berkibar, tegas, dan menghendaki sebuah pendidikan yang memicu sebuah reaksi berantai yang luar biasa. Aku jadi kagum akan scraf-scraf itu. Selanjutnya adalah ceritaku dan scraf yang bersamaku dalam masa awal perjuanganku.
Scraf biru yang akhirnya kugunakan di tahun keduaku. Scraf yang sebenarnya menyadarkanku akan tanggung jawab yang lebih besar akan perubahan. Karena aku sendiri yang harus membuat 300 orang baru merasakan perasaan yang sama yang kurasakan dulu. Rasa yang kuat akan perubahan ke arah lebih baik.
Scraf lain yang aku gunakan di tahun keduaku berwarna hijau. Berbeda dari scraf biru pertamaku yang merupakan warisan turun-temurun, scraf hijau ini merupakan sebuah awal yang akan diturunkan kepada generasi selanjutnya. Ya, ini scraf diklat Greenish yang pertama. Diklat pertama untuk angkatan Grandis 3. Sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan mulia, walau terkadang mendapat respon negatif dari sekitar. Dengan segala keterbatasan, semuanya bisa berjalan dengan baik.
Scraf terakhir yang kugunakan, kugunakan pada tahun ketigaku. Warnanya juga hijau, di acara yang sama namun dengan cara yang sangat berbeda. Sekaligus menjadi sebuah akhir dari masa perjuangku di sekolahku yang penuh dengan kenangan.
Beberapa bulan disini membuatku mengingat semua alasanku memulai segalanya. Memulai sebuah perubahan besar dari seorang anak yang hidup mengalir seperti air menjadi seseorang yang lebih mempunyai prinsip. Berubah dari air yang mengalir, menjadi sebuah tanggul yang besar untuk menahan arus perubahan itu sendiri.
Semua bermula di Perisai SMA 5 Surabaya. Saat aku mengenakan putih hitam itu, dan mulai merasakan satu persatu urgensi untuk memulai perubahan itu. Scraf biru yang dikenakan kakak kelasku waktu itu, scraf biru yang berkibar, tegas, dan menghendaki sebuah pendidikan yang memicu sebuah reaksi berantai yang luar biasa. Aku jadi kagum akan scraf-scraf itu. Selanjutnya adalah ceritaku dan scraf yang bersamaku dalam masa awal perjuanganku.
Scraf biru yang akhirnya kugunakan di tahun keduaku. Scraf yang sebenarnya menyadarkanku akan tanggung jawab yang lebih besar akan perubahan. Karena aku sendiri yang harus membuat 300 orang baru merasakan perasaan yang sama yang kurasakan dulu. Rasa yang kuat akan perubahan ke arah lebih baik.
Scraf lain yang aku gunakan di tahun keduaku berwarna hijau. Berbeda dari scraf biru pertamaku yang merupakan warisan turun-temurun, scraf hijau ini merupakan sebuah awal yang akan diturunkan kepada generasi selanjutnya. Ya, ini scraf diklat Greenish yang pertama. Diklat pertama untuk angkatan Grandis 3. Sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan mulia, walau terkadang mendapat respon negatif dari sekitar. Dengan segala keterbatasan, semuanya bisa berjalan dengan baik.
Scraf terakhir yang kugunakan, kugunakan pada tahun ketigaku. Warnanya juga hijau, di acara yang sama namun dengan cara yang sangat berbeda. Sekaligus menjadi sebuah akhir dari masa perjuangku di sekolahku yang penuh dengan kenangan.
Kami pemimpin bangsa tak kenal kata menyerah
Walaupun lelah, letih melanda
Badan ditegakkan lihat, lurus kedepan
Dengan semangat baja
Jangan hiraukan tipu daya kemalasan
Pikiran jernih, hatipun suci
Dengan petunjuk Tuhan yang Maha Pengasih
Meraih terus, prestasi! Prestasi!
Yang aku inginkan hanya suatu hari generasi setelahku bisa menjadi generasi yang terbaik. Jauh lebih baik dari generasiku. Sekarang aku sudah di tempat yang berbeda, memulai perjuangan yang lain. Yang masih disana cuman satu pesanku.
Titip smala ya dek...
Langganan:
Komentar (Atom)
