Minggu, 03 November 2013

Awal dari Semuanya

Halo blogs. Sudah lama sekali aku tidak menulis. Ini adalah post pertamaku setelah aku masuk kuliah. Aku sekarang disini, di tempat yang lebih luar biasa dari tempatku sebelumnya. Secara garis besar hampir sama, namun segalanya serba lebih disini. Lebih rumit, lebih membutuhkan kerja keras, dan lebih membutuhkan pengorbanan. Tapi itulah hidup, hidup harus terus mendapat kesulitan kalau ingin perubahan yang lebih baik.

Beberapa bulan disini membuatku mengingat semua alasanku memulai segalanya. Memulai sebuah perubahan besar dari seorang anak yang hidup mengalir seperti air menjadi seseorang yang lebih mempunyai prinsip. Berubah dari air yang mengalir, menjadi sebuah tanggul yang besar untuk menahan arus perubahan itu sendiri.

Semua bermula di Perisai SMA 5 Surabaya. Saat aku mengenakan putih hitam itu, dan mulai merasakan satu persatu urgensi untuk memulai perubahan itu. Scraf biru yang dikenakan kakak kelasku waktu itu, scraf biru yang berkibar, tegas, dan menghendaki sebuah pendidikan yang memicu sebuah reaksi berantai yang luar biasa. Aku jadi kagum akan scraf-scraf itu. Selanjutnya adalah ceritaku dan scraf yang bersamaku dalam masa awal perjuanganku.

Scraf biru yang akhirnya kugunakan di tahun keduaku. Scraf yang sebenarnya menyadarkanku akan tanggung jawab yang lebih besar akan perubahan. Karena aku sendiri yang harus membuat 300 orang baru merasakan perasaan yang sama yang kurasakan dulu. Rasa yang kuat akan perubahan ke arah lebih baik.

Scraf lain yang aku gunakan di tahun keduaku berwarna hijau. Berbeda dari scraf biru pertamaku yang merupakan warisan turun-temurun, scraf hijau ini merupakan sebuah awal yang akan diturunkan kepada generasi selanjutnya. Ya, ini scraf diklat Greenish yang pertama. Diklat pertama untuk angkatan Grandis 3. Sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan mulia, walau terkadang mendapat respon negatif dari sekitar. Dengan segala keterbatasan, semuanya bisa berjalan dengan baik.

Scraf terakhir yang kugunakan, kugunakan pada tahun ketigaku. Warnanya juga hijau, di acara yang sama namun dengan cara yang sangat berbeda. Sekaligus menjadi sebuah akhir dari masa perjuangku di sekolahku yang penuh dengan kenangan.

Kami pemimpin bangsa tak kenal kata menyerah
Walaupun lelah, letih melanda
Badan ditegakkan lihat, lurus kedepan
Dengan semangat baja
Jangan hiraukan tipu daya kemalasan
Pikiran jernih, hatipun suci
Dengan petunjuk Tuhan yang Maha Pengasih 
Meraih terus, prestasi! Prestasi!



Yang aku inginkan hanya suatu hari generasi setelahku bisa menjadi generasi yang terbaik. Jauh lebih baik dari generasiku. Sekarang aku sudah di tempat yang berbeda, memulai perjuangan yang lain. Yang masih disana cuman satu pesanku.

Titip smala ya dek...