Kamis, 03 Februari 2011

Harapan

Assalammualaikum, wr.wb
halo, senang sekali bisa membagi ilmu dengan kalian disini lagi. Kali ini aku akan membahas tentang harapan. Manusia hidup dengan harapan, dengan mimpi, dengan keinginan, hasrat dan juga motivasi. Pernahkah terpikir oleh anda bahwa harapan ini adalah salah satu penjaga kehidupan pikiran manusia?

Sekarang kita ke jenis-jenis orang yang memiliki harapan. Apakah orang miskin yang berpikir bahwa yang penting besok mereka bisa makan adalah orang yang tak memiliki harapan? Lalu bagimana dengan orang yang bunuh diri? Orang miskin yang disebutkan diatas pun memiliki harapan. Harapan untuk makan besok, harapan untuk hidup esok hari dengan makan untuk mempertahankan hidup. Orang bunuh diri pun mempunyai harapan. Harapannya adalah untuk keluar dari himpitan kehidupan yang menderanya (ini tentu saja tidak boleh ditiru). Namun percayakah bahwa kekuatan harapan atau mimpi adalah kekuatan terbesar yang dimiliki manusia? Kekuatan ini tentu berasal dari ALLAH namun tak semua manusia mampu mengaktifkannya.

Beberapa manusia hidup dengan satu kotak sisanya dengan dua kotak. Mari kita sebut manusia dengan satu kotak dengan manusia Inside the box (akan kusingkat IB) dan manusia yang hidup dengan dua kotak akan kusebut manusia Outside the box (akan kusingkat OB). Kotak yang saya maksudkan disini adalah kotak melindungi otak kita dari melakukan sesuatu yang memalukan. Orang yang keluar dari kotak (baca:zona kenyamanan) akan merasa sangat takut. manusia IB hanya hidup dengan satu kotak, mereka hidup seperti air mengalir, hidup mengikuti naluri manusia untuk hidup dan terhindar dari seleksi alam. Tanpa mampu menggunakan seluruh potensi yang mereka miliki. Orang-orang OB hidup dengan dua kotak, mampu keluar dari kotak pertama namun juga tak boleh keluar dari kotak kedua. Mengapa? kalau mereka keluar dari kotak kedua maka mereka akan keluar dari batas kemampuan berpikir manusia. Pilihannya cuma jadi dua: malu atau gila.

Beberapa manusia bahkan hidup dengan keterbatasan fisik, orang-orang menyebutnya cacat (baca:berbeda). Namun kekuatan harapan manusia tetaplah sama asalkan manusia itu mampu utuk mengaktifkannya. Dan satu hal yang menjadi inti semua ini Kekuatan Harapan Manusia bisa melakukan apapun yang sebelumnya tidak bisa dilakukan manusia lain. Contohnya bisa kita liat di sekeliling seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik namun tidak menyerah pada nasib, seperti Hitler saat mencoba menguasai Eropa, seperti bangsa Indonesia yang lepas dari penjajahan mereka semua bermimpi, dan mimpi mereka semua terwujud walau itu terkesan tidak mungkin. Mimpi itu membuat mereka bertahan, mimpi itu memberikan kekuatan sehingga mereka bertahan, sehingga mereka selalu dapat melewati setiap tantangan yang mereka hadapi. Kekuatan Harapan ini telah dipertontonkan oleh bangsa-bangsa besar di dunia, oleh orang-orang besar di dunia ini.

Namun apakah semua harapan itu baik? tentu saja tidak. Mimpi yang salah itu mengancam yang memilikinya. Contohnya Hitler yang bermimpi menguasai Eropa dengan melibatkan dendam dan kekejaman. Dan kemudian mimpinya itu menyengsarakan hampir seluruh penduduk dunia, akhirnya dia harus kalah dan menyerah dengan bunuh diri. Ini mengajari kita untuk memiliki harapan yang baik. Lalu apa perimeter dari harapan yang baik dan harapan yang buruk? Tentu saja Al-Quran kitab yang telah diturunkan kepada kita, umat Muhammad. Kitab ini menjadi "buku pintar" kita dalam menjalani hidup.

Dan sekarang mengapa kita masih takut untuk bermimpi? Bermimpilah setinggi-tingginya. Dan jangan pernah katakan "i'm hopeless." Sesungguhnya artikel ini belum terlalu jelas, akan kujelaskan lain waktu.

Akhir kata semoga artikel ini berguna bagi siapapun yang membacanya.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh