Sabtu, 13 Maret 2010

Perih

Selasa 2 Februari 2010 12.50 PM
Perih

Tak terperi duka ini
Saat diri ini dikhianati
Dibenci , dicaci, dimaki

Dirimu pegi begitu saja
Memendamku dalam luka lara
Luka besar menganga yang tak terperi sakitnya

Tuhan menciptakan hatiku dengan mengambil sebagian hatimu
Namun tak sediktpun kau akui
Bahwa kau memang ditakdirkan bersamaku

Kehilangan dirimu seperti kehilangan sebagian diriku
Seperti bulan tanpa bintang- bintang
Seperti berlari tanpa sebelag kaki

Derap kuda terdengar bagai meregang nyawa
Ku tarik pedangku dari sarungnya
Berlalriku menyongsong maut

Tak peduli kau mau pergi, mau membunuku, atau mau menyiksaku
Ku harus tetap berdiri dan bertahan
Ku berlari menyongsong kematian yang tak terhindari
Ku tak ingin mati demi cinta yang fana ini
Namun ku ingin mati sebagai prajurit yang melindungi negeri yang kucintai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar