Assalammualaikum wr.wb
Disini saya ingin mencertakan kekhawatiran saya, kesedihan saya akan semua yang saya lihat. Sebagai seorang melankolis tentunya saya juga seorang pemikir dan bisa dibilang seorang perfeksionis. Jadi saya sangat terganggu sekali dengan apa yang tidak seharusnya terjadi.
Sebelum anda membaca inti tulisan saya, saya akan sedikit menjelaskan tentang apa yang mungkin tidak anda pahami tentang beberapa hal.
Saya hanyalah seorang muda, apapun yang terjadi di masa lalu bukan dalam kuasa saya dan sama sekali tanpa andil saya. Saya hanya bisa mewarisi apa yang telah diberikan kepada saya.
Nilai adalah sesuatu yang dianggap benar secara turun-temurun. Perwujudan nilai ini menelurkan norma. Norma adalah produk dari nilai, sementara norma itu adalah peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Jadi bisa disimpulkan norma yang ada ketika saya lahir atau saya masih muda sekarang, ada tanpa ada andil saya dan generasi saya.
Disini saya akan mengabaikan latar belakang agama saya, karena saya menginginkan ini lebih universal. Dan bahasan kita ini adalah norma-norma yang berlaku.
Dahulu waktu saya masih di sekolah dasar, saya diajarkan tentang tata cara kehidupan di pelajaran kewarganegaraan. Tentang hak dan kewajiban, menghormati guru, menghargai teman, tidak mencontek waktu ujian dan sebagainya.
Ketika saya SMP saya baru mengerti kalau hal-hal itu adalah norma-norma kehidupan yang kita miliki (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum).
Dan di SMA saya baru mengerti proses terjadinya norma. Namun di masa ini saya bingung, saya diajarkan bahwa norma itu memiliki sanksi bagi para pelanggarnya, dan di norma kesusilaan dan kesopanan, sanksi atas norma diberikan oleh orang sekitar berupa pengucilan dan pembedaan.
Saya seseorang yang suka menyimak media, baik cetak maupun elektronik. Namun semakin hari semakin banyak hal yang membuat saya bingung. Bukan pelanggaran terhadap normanya, itu wajar, bahkan kalau mau ekstrem lagi menurut salah satu teori penyimpangan sosial, pelanggaran atas norma itu perlu. Tapi bahwa norma-norma ini sudah bergeser sedemikan jauhnya dan seperti membentuk setengah putaran.
Ada seorang anak yang bertindak sesuai norma (yang saya pelajari ketika SD) malah mendapatkan sanksi seorang pelanggar norma. Apakah itu wajar? Tentu saja tidak. Ada anak yang bertindak jujur ketika ujian, dan orang tuanya melakukan sedikit teguran kepada pihak sekolah atas apa yang dilakukan teman-teman anaknya (bertindak curang) malah dikucilkan dan diusir dari rumahnya sendiri.
Apa seperti itu? Kita hidup di jaman apa? Jaman dimana anak-anak muda kita dididik untuk takut melakukan hal yang benar?
Mencontek, hal yang kecil, sangat kecil sekali. Namun apabila ditumpuk dan menjadi kebiasaan, maka seseorang akan terbiasa membohongi nuraninya dan terbiasa berbuat salah. Satu tindakan itu bisa merubah segalanya dalam kehidupan kita. Jadi jangan remehkan satu tindakan yang kita lakukan.
Di kelas, anak yang berbuat jujur: dihina teman, dikucilkan, dibilang pelit, dibilang tidak setia kawan, dimarahi guru (kalau nilainya jelek) apa itu? Apa kita mau mengganti norma kita dari jujur=benar, curang=salah ke jujur=salah, curang=benar?
Sebenarnya terserah kita, kan kita yang menentukan norma buat anak-cucu kita nanti? Tapi apa ini yang kita inginkan? Mau jadikan negara ini negara pembohong? Negara curang?
Tentu saja tidak, ada yang masih cinta negara ini? Ada yang setuju dengan kata-kata tidak saya?
Mari kita renungkan saja, ini negara kita, baik-buruk ya terserah kita.
Wasalammualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar