Assalammualaikum readers
Beberapa hari yang lalu, saya memikirkan tentang satu hal. Hal itu adalah seperti yang tertera di atas yaitu eksistensi faktor eksternal dan kehendak bebas. Sebenarnya dua hal ini tidak terlalu berhubungan namun dapat dijelaskan dengan satu analogi.
Analogi yang kita bahas di sini adalah analogi petani cabai yang menanam cabai nya di lahan yang kekurangan air.
Seperti yang kita tahu dalam pertumbuhan tumbuhan berlaku dipengaruhi faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal berupa gen dan hormon, sementara faktor eksternal berupa sinar matahari, suhu, nutrisi dan kelembaban.
Setelah sang petani menanam tanamannya ternyata tidak semua tumbuhannya tumbuh, namun ada beberapa tumbuhan yang dapat tumbuh walau tidak tumbuh dengan sempurna. Hubungannya dalam dunia nyata adalah, ternyata faktor eksternal sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Di sini saya menitikberatkan kepada interaksi atau sosialisasi. Menurut teori agen sosialisasi, yang paling berperan dalam sosialisasi adalah keluarga, sekolah kemudian teman sebaya. Jelas sekali bahwa dalam perkembangan diri manusia juga ditentukan dari faktor eksternal.
Namun bagaimana bisa ditemukan fenomena seorang pemuka agama dari keluarga pelacur, dan teman-teman preman? Sisi lain dari analogi yang bisa mengungkapkannya. Anggap saja pemuka agama ini adalah tanaman yang dapat tumbuh.
Tanaman cabai tadi dapat tumbuh karena air masih ada (walau sedikit). Jadi fenomena ini dapat terjadi asalkan, sebelumnya pemuka agama ini telah mendapat pelajaran agama walau sedikit. Namun apabila dia tidak mendapat pelajaran agama sama sekali, dia tidak akan mungkin menjadi pemuka agama karena gagasan itu tidak pernah muncul di otaknya.
Apa hubungannya dengan kehendak bebas?
Manusia bisa memilih menjadi apa yang dia inginkan (mati atau tetap hidup, analogi tanaman cabai tadi) dalam lingkungan yang sangat terbatas. Namun masih dalam batas batas tertentu.
Batasan akan selalu ada, karena manusia memang terbatas.
Dan manusia yang melebihi batasan itu niscaya akan terjerumus terhadap kebingungan semata.
Sekian readers,kritik saran di tunggu
Wasalammualaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar